Kamis, 22 Oktober 2009

Ngadepin Orang Ngambek... (Memahami Orang-Orang disekitarmu - Part I)

Untuk menghadapi anak yang sedang ngambek, coba lakukan cara berikut ini. Semoga saja cara berikut menjadikan hidupmu menjadi lebih bahagia dengan orang-orang disekitarmu. Membuat hidupmu menjadi lebih bermakna... karena meminimalkan kesalah pahaman... maksud hati ingin mengakhiri masalah.. eh, malah menjadi-jadi... =)

* Jika Anda berhadapan dengan anak sanguis, coba tanyakan dahulu permasalahannya. Tanya seperti ini, “Ada apa?”. Jika dia berkata, “kamu nyebelin” atau “kamu jahat” berarti dia berkata hal yang sebenarnya. Maka Anda sebagai seorang teman harus mencoba menyenangkan hatinya. Tidak perlu minta maaf, bukan itu yang diinginkannya. Dia hanya meinginginkan kamu memperbaiki kesalahan. Untuk mencari tahu apa kesalahan kamu, coba kamu ingat-ingat kesalahan yang telah kamu lakukan atau mengingatnya dengan cara memancing temanmu yang sedang marah itu mengatakan kesalahan yang telah kamu perbuat. Biasanya sanguis akan beusaha jujur kepada Anda untuk menumpahkan perasaannya. Dengarkan saja apa yang dikatakan olehnya dan jangan membela diri, kemudian curahan hatinya DICERNA! Setelah itu pikirkan jawaban terbaik yang bisa kamu berikan untuknya atas dasar karena cinta. Sambil menggoda dirinya untuk menyenangkan hatinya.

* Jika Anda berhadapan dengan tipe anak-anak melankolis (aQ banget... ^^), coba tanyakan juga permasalahannya. Tanya seperti ini, “Ada apa?”. Jika dia menjawab, “Gak apa-apa” berarti dia berusaha menutupi sesuatu hal yaitu menutupi masalahnya. Untuk menghadapi tipe anak melankolis Anda cukup meminta maaf sekali saja dengan kata-kata yang bijak dan romantis. Kalaupun dia masih diam dan tetap berkata, “Gak apa-apa”. Biarkan saja seperti itu, itu pertanda Anda belum dimaafkan karena kata maaf tidak secepat itu didapatkan. Tetaplah bersikap ceria dan manis terhadapnya atau bersikap biasa saja seperti seolah tak ada masalah. Maka kelak dia akan kepikiran hal seperti ini, “Kenapa yah aku memendam kekesalan, padahal temanku ini selalu menyenangkan hatiku dan bahagia bersamaku. Aku merasa bersalah selalu bersikap seperti ini, aku sayang temanku.” Dan kemudian jreeeng… tiba-tiba saja dia akan meminta maaf kepada Anda, dan disaat itu juga ada kemungkinan dia menceritakan masalah yang dipikirkannya kepada Anda.

* Jika Anda berhadapan dengan tipe orang koleris, maka bertanyalah juga masalahnya apa. Biasanya koleris akan diam tanpa kata-kata, membuat kamu kebingungan dan khawatir. Saya juga sebenarnya tidak menyukai tipe ini disaat dirinya sedang ngambek, karena perkataannya akan lebih menyakitkan melebihi perkataan si sanguis. Berhubung Anda adalah orang yang sangat disayanginya maka anak-anak koleris lebih cenderung diam saja sambil merendam perasaan kesal teramat dalam. Untuk menghadapinya, cukuplah dengan juga bersikap diam saja. Tak perlu meminta maaf karena pada akhirnya dia sama sekali tak peduli dengan ungkapan maaf Anda. Ingat! Jika Anda meminta maaf kepadanya sama saja Anda membuktikan kepadan sang koleris bahwa Anda memang BERSALAH! Oleh sebab itulah sifat koleris sulit ditebak, namun kenangan antara dirimu dan dialah yang biasanya bisa membuat dirinya luluh dari amarahnya. Jika ingin berdamai dengannya, tak perlu berdebat untuk mengatakan siapa yang benar ataupun yang salah karena pada akhirnya hanya membuat masalah semakin runyam. Sayangi saja dia seperti biasa dan berikan ungkapan tulus dari dalam hati. Jika tidak ditanggapi, biarkanlah seperti itu. Tunggulah hingga dia teringat akan memory kenangan kalian berdua. Setelah itu rasakan kembali cinta dan bukti bahwa dia amat sangat menyayangimu.

* Jika Anda berhadapan dengan anak plagmatis, tanyakan juga apa masalahnya. Tanyakan, “Ada apa?”. Biasanya plagmatis akan menjawab seperti demikian, “Apanya?”. Seolah-olah tidak tahu apa-apa padahal dirinya sedang kesal dengan sikap Anda. Biasanya tidak sedikit pula orang yang merasa bosan saat menghadapi plagmatis yang sedang ngambek, karena sifatnya yang damai dan terlalu dingin (padahal emang begitulah sifatnya, dia tak suka menghadapi masalah yang berbuntut panjang dia akan lebih memilih untuk melupakannya begitu saja). Lalu bagaimana cara menghadapi plagmatis yang sedang ngambek? Cukup percaya saja apa yang dikatakannya, cukup percaya bahwa dia memang tidak ada masalah. Kemudian senangkan hatinya dengan sebuah sikap, ingat “sebuah sikap” bukan perkataan. Karena plagmatis cenderung tidak merespon apapun perkataan Anda. Cukup mudah bukan jika Anda menyenangkan hatinya dengan mengajaknya jalan-jalan?

--------------------------
-------------------- Yustisia ----------------------------------------------------

special article for Hizbillah Yazid,
My Best Friend in My Best Gank....
semoga bisa tetep mengerti 2 sahabatmu yang Melankonis yah...
gampang kq menghadapi seorang Melankonis itu...
kata pentingnya adalah,
"Hati Kami Sangat Peka... Jadi Jangan Sakiti Kami..."
^ ^

Tidak ada komentar: